Beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif oleh pasar, kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat ditutup melemah tajam sebesar 245,01 poin atau 4,20 persen ke posisi 5.594,77. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pada seluruh atau sebelas sektor saham yang kompak berada di zona merah.
Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi, turun 23,17 poin atau 3,99 persen ke level 557,75.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan tekanan di pasar dipicu kombinasi sentimen domestik, termasuk isu kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif oleh investor.
“Beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif oleh pasar, kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia,” ujar Ratna di Jakarta, Jumat.
Dari sisi kebijakan, pasar disebut merespons sejumlah isu seperti revisi UU P2SK yang menimbulkan kekhawatiran terkait independensi lembaga keuangan.
Di sisi makroekonomi, Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN 2026 hingga Mei mencapai Rp180,4 triliun atau 0,7 persen dari PDB, naik dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, defisit tersebut masih berada di bawah target tahunan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB.
Sementara itu, rupiah ditutup melemah di level Rp18.049 per dolar AS, yang turut memicu spekulasi pasar terkait kemungkinan Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat.
Menurut Ratna, minimnya sentimen positif membuat IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pada pekan depan dan menguji level 5.500.
Dari sebelas sektor yang tercatat, sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 5,75 persen, disusul sektor industri dan energi.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan frekuensi 2,19 juta kali transaksi, volume 38,04 miliar lembar saham, dan nilai transaksi Rp31,73 triliun. Namun, jumlah saham yang turun jauh mendominasi sebanyak 626 saham, dibanding 108 saham yang menguat.
Bursa saham kawasan Asia juga turut melemah, seiring sentimen global yang kurang kondusif, termasuk Nikkei, Shanghai Composite, Hang Seng, dan Straits Times yang semuanya ditutup di zona merah.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026